BANJARNEGARA.RILISJATENG.COM – Tangis haru dan pelukan hangat mengiringi langkah 30 siswa baru kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 Banjarnegara saat diantarkan oleh orang tua masing-masing untuk mulai menetap di asrama.
Para orang tua dan anak tak mampu membendung air mata saat berpamitan dan tinggal jauh dari rumah. Meski berat, harapan besar bertumpu pada pundak anak-anak terpilih tersebut agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter dan berprestasi.
Suasana tersebut tampak saat kegiatan Open House, Selasa (28/7/2026), bertepatan dengan momen satu tahun berjalannya Sekolah Rakyat atas arahan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kepala SRMP 27 Banjarnegara, Ahmad Fadhil, menyampaikan, acara Open House bertujuan sebagai sarana sosialisasi perjalanan satu tahun Sekolah Rakyat, berbagi pengalaman atas keberhasilan yang dapat meningkatkan motivasi belajar anak, serta melaporkan capaian pembelajaran di kelas maupun keasramaan, khususnya terkait pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Selain itu, Open House juga untuk menyambut 30 siswa baru kelas VII yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Momen ini sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi para siswa dalam menuntut ilmu dan memutus rantai kemiskinan keluarga.
“Siswa lama berjumlah 75 anak sudah hadir sejak 24 Juli lalu untuk mempersiapkan kegiatan hari ini. Sementara 30 siswa baru hadir hari ini dan langsung menginap serta tinggal di asrama mulai hari ini dan seterusnya,” ungkapnya
Fadhil menyampaikan, visi Sekolah Rakyat adalah mencetak agen perubahan melalui pendidikan berkualitas demi memutus rantai kemiskinan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya tidak bisa dilihat secara instan seperti bantuan sosial, tetapi manfaatnya akan terasa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan saat karakter dan kapasitas anak-anak terbentuk,” tambahnya.
Guna mendukung keberlangsungan operasional dan pembelajaran, sekolah didukung oleh 52 sumber daya manusia yang terdiri dari 12 guru, 21 wali asuh dan wali asrama, 15 tenaga kebersihan dan keamanan, tenaga tata usaha, bendahara, operator, serta satu tenaga kesehatan yang selalu siap mendampingi siswa.
Fasilitas yang disediakan mencakup ruang kelas berbasis papan interaktif, laboratorium, perpustakaan, hingga aula. Seluruh siswa mendapat fasilitas pembelajaran gratis, mulai dari penyediaan laptop di sekolah, sarana alat tulis, tas, seragam, baju santai, pakaian ibadah, hingga kebutuhan perlengkapan pribadi sehari-hari.
Di bidang akademis, lanjut Fadhil, program matrikulasi berhasil meningkatkan motivasi belajar, termasuk menangani siswa yang sebelumnya belum lancar membaca dan menulis. Dari 16 anak yang awalnya belum lancar membaca, kini tersisa dua anak yang masih mendapatkan pendampingan intensif.
Pembentukan karakter dan kebiasaan positif juga menunjukkan hasil menggembirakan. Kebiasaan-kebiasaan kurang baik telah berhasil dinetralisasi. Kedisiplinan siswa pun meningkat drastis, kebiasaan begadang atau bangun tidur tanpa aturan kini berganti dengan pola hidup teratur dalam keasramaan yang menanamkan nilai kemandirian serta rasa tanggung jawab.
Keterlibatan orang tua dijaga secara intensif melalui kunjungan berkala dan sesi parenting bulanan. Berbeda dengan sekolah reguler yang umumnya melaporkan perkembangan siswa per semester.
“SRMP 27 Banjarnegara melaporkan perkembangan karakter, kedisiplinan dan capaian belajar siswa secara langsung kepada orang tua setiap satu bulan sekali bersama wali asuh dan wali asrama,” imbuhnya
Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa dan menjelaskan bahwa 30 siswa baru tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari total 228 pendaftar.
“Anak-anak ini adalah pilihan terbaik. Mohon motivasi dari orang tua agar anak-anak betah dan semangat. Pemerintah daerah juga sedang mengupayakan pembangunan gedung sekolah permanen di Kelurahan Kenteng yang ditargetkan selesai di akhir 2026,” katanya
Apresiasi senada disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjarnegara, Anang Sutanto. Menurutnya, konsep sekolah berasrama di SRMP 27 tak hanya mengajarkan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup anak-anak.
“Sekolah Rakyat adalah bentuk investasi besar bangsa untuk menghadirkan pendidikan inklusif. Sinergi lintas sektoral ini membuktikan bahwa ketika kita bergerak bersama, tidak ada hambatan yang tidak bisa kita lalui demi kemajuan pendidikan di Banjarnegara,” tegasnya
Dampak positif program ini pun dirasakan langsung oleh orang tua murid. Khowiyah, ibunda dari Sabila Nur Asyifa, mengungkapkan perubahan nyata pada diri anaknya sejak bersekolah di SRMP 27 Banjarnegara.
“Anak saya mengalami banyak perubahan, terutama dalam hal beribadah, menjadi lebih rajin dan bersemangat. Sikap dan tutur katanya kepada orang tua serta lingkungan juga jauh lebih baik. Kami sangat terbantu dengan adanya program Sekolah Rakyat ini. Harapan saya ke depan, Sekolah Rakyat semakin maju dan melahirkan generasi penerus bangsa yang lebih baik lagi,” tuturnya
Acara Open House juga dimeriahkan dengan berbagai pementasan bakat siswa, seperti penampilan seni tari, paduan suara, bercerita dengan empat bahasa (Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa) serta pemutaran video testimoni dari orang tua murid.







