STIE Tambara Jalin Kerja Sama dengan Lima Mitra, Salurkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

BANJARNEGARA.RILISJATENG.COM – STIE Tamansiswa Banjarnegara (STIE Tambara) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lima instansi dan lembaga pendidikan sekaligus menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga Desa Pucang dalam kegiatan yang digelar di Gedung 3 Lantai 3 Kampus STIE Tambara, Senin (20/7/2026).

Lima mitra yang menjalin kerja sama dengan STIE Tambara meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Bawaslu Kabupaten Banjarnegara, MAN 1 Banjarnegara, dan SMK Negeri 1 Pandanarum. Penandatanganan juga dihadiri Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial PPA, Kepala Desa Pucang, serta Yayasan Kita Peduli Banjarnegara.

Berita Lainnya

Kerja sama tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Banjarnegara.

Sebelum penandatanganan MoU, kegiatan diawali dengan penampilan mahasiswa berprestasi di bidang seni yang menampilkan kreativitas dan potensi mahasiswa STIE Tambara.

Pada kesempatan yang sama, STIE Tambara juga menyerahkan bantuan RTLH secara simbolis kepada Yayasan Kita Peduli Banjarnegara untuk diteruskan kepada Nuryati, warga Desa Pucang. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi STIE Tambara dengan Yayasan Kita Peduli Banjarnegara sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ketua STIE Tambara, Dr. Lustono, S.Pd., M.M., mengatakan penandatanganan MoU dengan lima instansi merupakan langkah konkret untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kemitraan yang berkelanjutan.

“Hari ini kami menandatangani kerja sama dengan lima instansi pada tiga bidang, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kemitraan ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Lustono.

Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menyelenggarakan pendidikan, tetapi juga harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program kolaboratif.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan yang kompeten. Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai mitra agar keberadaan kampus benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Lustono, penyerahan bantuan RTLH menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian STIE Tambara kepada masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Kita Peduli Banjarnegara yang selanjutnya akan menyerahkannya kepada Nuryati sebagai penerima manfaat.

“Melalui kolaborasi dengan Yayasan Kita Peduli Banjarnegara, kami ingin memastikan bantuan sosial yang diberikan dapat tepat sasaran. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Lustono menambahkan, hingga saat ini STIE Tambara memiliki 828 mahasiswa aktif. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat menjadi motivasi bagi kampus untuk terus memperluas kemitraan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami berharap semakin banyak kolaborasi yang terbangun antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga bersama-sama mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan Kabupaten Banjarnegara,” pungkasnya.

Pos terkait