BANJARNEGARA.RILISJATENG.COM – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banjarnegara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Bima Sena masa Bakti 2026 – 2031.
Acara yang berlangsung di Gedung Kuliner Banjarnegara pada Jumat (17/7/2026) dipadukan dengan pementasan seni kreatif sebagai simbol kebangkitan media tradisional di era digital.
Kepala Dinkominfo Banjarnegara, Sagiyo mengungkapkan di era dominasi media sosial saat ini, Kabupaten Banjarnegara masih menghadapi tantangan digitalisasi. Akses internet di Banjarnegara baru mencapai sekitar 80 hingga 86 persen, dengan 18 desa yang belum sepenuhnya terjangkau sinyal digital atau blank spot. Dari jumlah tersebut, baru 65 persen masyarakat yang aktif memanfaatkan internet.
“Pada posisi inilah kami kira FK Metra dengan media tradisional dan ketokohan lokalnya mampu menyusun serta membahasakan problem sekaligus solusi daerah dengan bahasanya sendiri,” ujarnya
Ia berharap FK Metra Bima Sena bisa mengambil peran strategis untuk menyasar sisa 20 persen masyarakat yang belum melek internet. Berbagai kesenian daerah seperti ketoprak, wayang wong, wayang kulit, hingga pementasan teater ditargetkan menjadi media penyaring informasi di tengah banyaknya berita digital yang sulit disaring.
Sagiyo juga menekankan, kehadiran FK Metra Bima Sena juga menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi strategis daerah kepada masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal.
“Kami optimis FK Metra akan menjadi salah satu pemegang peran informasi yang strategis. Semoga media tradisional di Banjarnegara tetap tumbuh, menolak mati dan makin berkembang menuju masyarakat yang informatif,” imbuhnya
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinkominfo Banjarnegara, Dhian Budi Asih menyampaikan, pengukuhan ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan penyebarluasan informasi publik secara humanis.
“Melalui kepengurusan baru masa bakti 2026 hingga 2031, kami berharap FK Metra Bima Sena aktif membangun kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah dalam menyampaikan informasi pembangunan, edukasi masyarakat, promosi budaya daerah, serta mendukung program prioritas Pemkab Banjarnegara,” katanya
Ketua FK Metra Bima Sena, Drajat Nurangkoso menyatakan siap untuk menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang positif, edukatif dan membumi.
Drajat pun mengungkapkan, nama Bima Sena sengaja diadopsi dari tokoh pewayangan Bima yang dikenal atas kejujuran, kelugasan, kegigihan, serta dedikasinya yang tak pernah lelah bekerja untuk rakyat. Karakter kesatria ini yang akan mendasari pergerakan FK Metra dalam mengedukasi publik menggunakan pendekatan bahasa yang merakyat.
“Kami hadir menggunakan bahasa bumi, bahasanya rakyat. Tugas utama kami bukan melakukan pembinaan kesenian seperti Dewan Kesenian, melainkan memanfaatkan media kesenian tradisional ini sebagai corong efektif untuk menghambat penyebaran hoaks yang saat ini merebak luas di tengah masyarakat,” tuturnya
FK Metra Bimasena juga berkomitmen untuk bersinergi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyosialisasikan program-program melalui media tradisional.
Acara pengukuhan ini berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni, di antaranya pertunjukan teater, musik keroncong, penampilan akustik serta seni mendongeng dan bercerita.
