Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan para penggiat kopi menyelenggarakan Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng 2026 di Alun-Alun Banjarnegara, Sabtu (6/6/2026).
Acara ini digelar sebagai rangkaian agenda awal menuju acara puncak kegiatan yang dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan Dieng Culture Festival (DCF) pada 28–30 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Banjarnegara, Tursiman menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan Festival Kopi Dieng ini antara lain untuk meningkatkan promosi dan cinta terhadap kopi kawasan Dataran Tinggi Dieng sebagai identitas branding Banjarnegara. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan kualitas, nilai tambah dan daya saing kopi di pasar regional maupun internasional.
“Festival ini diharapkan akan menumbuhkan ekonomi kreatif berbasis kopi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir serta menjadikan kopi sebagai identitas daerah sekaligus daya tarik wisata di Kabupaten Banjarnegara,” terangnya
Tursiman menambahkan, rangkaian kegiatan Road to Festival Kopi Dieng 2026 melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani kopi, roster, barista, komunitas kopi, UMKM, pelaku ekonomi kreatif hingga Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).
“Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berharap ekosistem kopi Banjarnegara dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” imbuhnya
Untuk memeriahkan, lanjut Tursiman, dalam kegiatan Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng ini juga diadakan Banjarnegara Street Coffee, Slow Bar Experience, Kenduri Ngopi, Hiburan Rakyat, serta kompetisi Liga Seduh Kopi Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana menilai festival ini merupakan bentuk sinergi untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui komoditas pertanian, khususnya kopi.
Ia menekankan pentingnya membangun kebanggaan masyarakat lokal terhadap kopi asli Pegunungan Dieng Banjarnegara. Menurutnya, dibutuhkan komitmen bersama untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pertanian, khususnya komoditas kopi ini.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bangga mengonsumsi kopi lokal Banjarnegara.
“Kita harus bangga sebagai warga Banjarnegara untuk mengonsumsi kopi asli pegunungan Dieng Banjarnegara yang kaya akan variasi rasa,” ujarnya
Ia pun berharap kegiatan ini dapat memperkuat ekosistem kopi, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha, sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Banjarnegara ke kancah yang lebih luas.
“Ketika kita kompak dan bersama-sama membawa kopi Banjarnegara ini secara signifikan, InsyaaAllah kopi Pegunungan Dieng Banjarnegara bisa menjadi salah satu yang spesial di hati masyarakat Indonesia hingga tingkat dunia,” ungkapnya
Bupati juga mengapresiasi keberadaan program UPLAND di Banjarnegara yang dinilai memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Program ini berhasil memperkuat ekosistem kopi secara menyeluruh, sehingga perputaran ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha di hilir seperti barista dan pelaku usaha, melainkan juga dirasakan langsung oleh petani di hulu,” tuturnya
Soft Opening Road to Festival Kopi Dieng 2026 ini ditandai dengan Bupati Amalia melakukan manual brew, menyeduh kopi dengan metode V60. Bupati juga berkesempatan menjadi juri pada Liga Seduh Kopi dan mencoba Slow Bar Experience atau konsep penyajian kopi yang mengutamakan interaksi, edukasi dan proses manual.







