Pemerintah Kabupaten Banjarnegara meneguhkan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan potensi atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banjarnegara. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, S.E., M.Si., yang diwakili Yusuf Agung Prabowo, S.H., M.Si., saat membuka Rapat Kerja NPCI Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Banjarnegara Agus Sugandhi, S.Sos., perwakilan Kejaksaan Negeri Banjarnegara, anggota Komisi IV DPRD Banjarnegara Udani Puji Lestari, S.Farm., kepala SLB Madukara, SLB Mandiraja, SLB Purwareja Klampok, serta jajaran pengurus NPCI Kabupaten Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Yusuf Agung menegaskan bahwa dukungan pemerintah merupakan bentuk apresiasi terhadap semangat dan prestasi para atlet disabilitas yang mampu menunjukkan kemampuan luar biasa di tengah berbagai keterbatasan.
Menurutnya, Banjarnegara memiliki banyak potensi yang dapat terus dikembangkan, termasuk potensi para atlet disabilitas yang telah membuktikan kemampuannya melalui berbagai ajang kompetisi. Ia mengapresiasi capaian para atlet NPCI Banjarnegara yang berhasil meraih prestasi pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) NPCI Jawa Tengah Tahun 2025 di Kota Semarang.
“Selamat atas perolehan medali pada Kejurprov NPCI Jateng 2025. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Mari kita sengkuyung bersama agar Banjarnegara semakin dikenal melalui prestasi para atletnya,” ujar Yusuf.
Yusuf juga mendorong NPCI Kabupaten Banjarnegara untuk terus melakukan regenerasi atlet dengan merangkul lebih banyak penyandang disabilitas serta memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi mereka di bidang olahraga.
Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Banjarnegara, Bambang Sungkowo, menekankan bahwa olahraga bagi penyandang disabilitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kebugaran fisik, tetapi juga memiliki peran penting dalam rehabilitasi sosial, pemberdayaan, serta peningkatan kemandirian individu.
Menurut Bambang, olahraga disabilitas merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan meningkatkan kemampuan fungsional, kepercayaan diri, serta partisipasi sosial penyandang disabilitas. Selain itu, olahraga juga berkontribusi dalam mendorong inklusi sosial dan mengurangi stigma terhadap kelompok rentan.
Ia menjelaskan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) telah menegaskan pentingnya pengembangan olahraga disabilitas sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga nasional. Namun demikian, implementasi pembudayaan olahraga di kalangan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat yang masih membutuhkan pemahaman lebih luas mengenai olahraga disabilitas.
Karena itu, NPCI berharap adanya keberpihakan yang lebih besar dari pemerintah dalam mendukung kemandirian penyandang disabilitas melalui sektor olahraga, tanpa mengesampingkan pendidikan formal maupun pelatihan keterampilan lainnya.
Bambang menegaskan seluruh pengurus NPCI siap bekerja keras memajukan olahraga disabilitas di Banjarnegara. Dalam rapat kerja tahun ini, NPCI membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah yang akan berlangsung di Kota Semarang pada November 2026.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan secara simbolis kepada para atlet peraih medali Kejurprov NPCI Jawa Tengah 2025 di Semarang. Penghargaan diserahkan oleh Yusuf Agung Prabowo kepada para atlet berprestasi.
Peraih medali emas adalah Pardio dari cabang para atletik nomor lempar lembing putra klasifikasi F57 dan tolak peluru putra F57, serta M. Firly Ezanurin dari cabang para renang nomor 50 meter gaya bebas putra klasifikasi S4.
Sementara medali perak diraih Tumirah pada nomor lempar lembing putri F55 dan tolak peluru putri F55, serta Sunarso pada cabang para angkat berat kelas 65 kilogram putra kategori total lift.
