Kakanwil Kemenag: Fatayat NU Berperan Penting Tangkal Politisasi Agama

RILISJATENG.COM- Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si., menegaskan, Fatayat NU dan organisasi perempuan lainnya memiliki peran sangat vital dalam menangkal politisasi agama dan politik identitas, serta mampu memperkuat toleransi dan ikatan sosial. Untuk mewujukan itu, harus terjalin kerja sama antara pemerintah dan Fatayat NU.

“Setelah 73 tahun berkarya dan berjuang, Fatayat NU harus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah serta organisasi masyarakat lainnya. Khususnya yang memiliki perhatian serupa dalam peningkatan kualitas keluarga dan perempuan,” katanya, pada acara Pembukaan Majelis Taklim dan Istighosah. Sabtu (15/04/2023) di The Luxury Hotel Bandung. Kegiatan tersebut untuk menyambut HUT ke-73 Fatayat NU. Organisasi pemudi NU itu berdiri pada 24 April 1950 di Surabaya bertepatan 7 Rajab 1369 H.

Berita Lainnya

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain K. H. Maman Imanul Haq (anggota Komisi VIII DPR RI), Ketua Fatayat NU Jawa Barat Hirni Kifa Hazefa, Rais Syuriah PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin MA. Ketua PW NU Jawa Barat K.H. Juhadi Muhammad, dan Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, M. Si.

Menurut Ajam, sinergi itu penting diperkuat karena akan memasuki tahun tahun politik tahun 2024. Biasanya di tahun politik sejumlah kalangan menggunakan agama dan politik identitas sebagai cara untuk meraih suara dan simpati. Kalangan perempuan kerap dijadikan sasaran dan perangkap untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian dan juga politik identitas.

“Beberapa tahun terakhir, tampak semakin menguatnya keterlibatan perempuan dalam aktivitas terorisme dan gerakan intoleran yang memecah belah persatuan dan kedamaian bangsa. Misalnya beberapa kasus bom bunuh diri, serangan dengan kekerasan, pelakunya adalah perempuan,” ujarnya.

Fenomena tersebut tentu saja menjadi tantangan besar bagi Fatayat NU dan komponen masyarakat lainnya. Karena itu diharapkan Fatayat NU bisa terus berjuang di garda paling depan untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan secara khusus. Fatayat NU harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat kerukunan dan kemakmuran beragama.

Sumbangan besar

Selama perjalanan yang cukup panjang, lajut Ajam, Fatayat NU telah memberikan sumbangan besar bagi kemajuan, kesejahteraan dan perdamaian bangsa Indonesia. Sebagai organisasi perempuan muda yang terbesar di Indonesia, Fatayat NU memainkan peran penting dalam membentuk karakter bangsa Indonesia khususnya para pemudi.

Perempuan Fatayat NU bersama organisasi NU lainnya terus memperjuangkan nilai-nilai Islam yang bermakna dan berfaedah bagi kehidupan umat, sekaligus membantu harmoni di tengah masyarakat. Juga terus berperan aktif dalam memajukan mutu idup masyarakat, melalui berbagai program sosial, pendidikan dan peningkatan kualitas keluarga.

“Secara khusus Fatayat NU memainkan peranan penting dalam memperjuangkan hak hak masyarakat khususnya kesetaraan hak-hak perempuan serta perlindungan perempuan dan anak,” tutur Ajam Mustajam.

Dijelaskan, salah satu program Kementerian Agama tahun ini adalah sertifikasi halal untuk produk makanan. Pada tahun 2023-2024 Jabar diberi target untuk menyelesaikan 250 ribu sertifikasi halal. Bahkan produk halal Indonesia itu bisa menjadi yang terbesar di dunia.

Mau tidak mau, pada tahun 2030 sekitar 26 persen dari populisasi penduduk dunia adalah Muslim. Negara liberal sekalipun dalam mensukseskan perekonomiannya, harus menjadikan produk halal sebagai program strategis dalam perdagangan.

Terkait dengan pencegahan dan pengurangan pengangguran, Ajam berharap Fatayat NU bisa memberikan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Karena banyak contoh pengangguran memicu terjadinya perceraian.

Bimbingan perkawinan ini adalah memberikan bekal bagi calon pengantin untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan tentang kehidupan berumah tangga, sehingga terwujud keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Dalam kaitan itu, dilakukan pemberian piagam penghargaan untuk Kakanwil Kemenag Jabar dan penandatanganan kerja sama antara Kanwil Kemenag Jabar dan Fatayat NU Jabar .(RLS)

Pos terkait